Sudah lama sekali rasanya tidak menulis di blog. Sepertinya blog ini mulai menghadapi masalah eksistensial. Yakni, si pembuatnya mulai ragu apakah masih ada alasan blog ini tetap ada.
Bagaimana kalau didelete saja? Toh sudah berbulan-bulan tidak ada postingan baru.
Tapi saya juga teringat waktu domain saya basfinsiregar.com bermasalah hingga selama dua bulan blog ini tidak bisa diakses. Rasanya ngamuk dan pingin nyumpah-nyumpah. Entah kenapa, waktu ia ada jarang difungsikan, tapi kalau ngga ada, kita jadi stress sendiri (sampai akhirnya saya terpaksa bikin blog gratis lain di wordpress sekadar untuk menyalurkan hasrat menulis)
Yah, sudah sifat manusia kali. Tidak mengherankan.
Dulu, awalnya blog ini lahir karena alasan yang rada ‘nyeni’. Bahwa si pembuatnya merasa perlu memberitahukan kepada dunia apa yang ia pikirkan. Dan biar rada canggih (sekaligus memuaskan sisi narsisme) maka dibelilah domain basfinsiregar.com
Tapi lama-lama, entah kenapa, kebutuhan untuk berekspresi itu tidak lagi sekuat sebelumnya. Who cares what I think? I feel content in my silence. Atau kalau pakai bahasa Jawa Timuran, ngga bilang apa pun pada dunia juga ra pateken! Kebetulan orang di belakang blog ini bukanlah sosok yang demikian anti-sosial sampai dunia maya jadi ajang satu-satunya untuk berdialog.
(Tentu juga tidak mengesampingkan faktor Facebook yang membuat updating blog rasanya makin berat)
Ah, jadi ingat ucapan penyair Subagio Sastrowardoyo. “Penyair yang terlalu melekatkan perhatian pada diri sendiri hanya akan melahirkan keluh kesah.” Perhatian itu harus diperluas, dilekatkan pada dunia, agar tercipta karya sastra yang lebih bermutu dan bukan semata manifestasi ego.
Itukah yang terjadi? Karena dasar blog ini adalah ‘perhatian pada diri sendiri?”
Heh, who would listen to Subagio anyway? Premisnya sangat debatable. Karya-karya Chairil Anwar justru sangat bermutu ketika ia menjadikan dirinya sendiri –dan bukannya dunia– sebagai pusat semesta.
Mungkin ucapan Subagio lebih baik dipahami agar kita tidak terlalu narsis. Masih banyak hal lebih penting untuk disampaikan pada dunia daripada soal diri sendiri.
But sir, this is my blog. Terserah aku dong mau nulis apa saja. You enjoy, you read. Ga enjoy, get out. As simple as that. Ini blog kan tidak diikutkan dalam kontes popularitas macam banyak-banyakan link atau banyak-banyakan posting.
Okay, enough rant. Sudah setengah 10 malam. Kalau kemaleman pulang ntar ibu warung yang jualan rokok keburu tutup.
Kesimpulan sementara: Blog ini insyaallah akan tetap eksis. Masalah eksistensial mungkin tetap ada. Tapi yang namanya orang ya wajar punya masalah, jadi wajar juga kalau blog bisa ikutan punya masalah. Selain itu mungkin masih ada beberapa hal yang penulisnya ingin bagi, baik tentang diri sendiri atau tentang dunia.

