Kisah Bush dilempar sepatu
December 19th, 2008

[sumber: flickr photos by intellectual crime]
Salah satu berita paling hangat beberapa hari lalu, apalagi kalau bukan tentang Presiden Bush yang dilempar sepatu.
Banyak sekali info di internet tentang hal ini. Sampai bikin mata pusing. Too much information.
Salah satu situs berita yang menurut saya paling komplit merekam kasus ini adalah The Huffington Post.
Mereka membuat satu halaman khusus untuk Muntadhar al-Zaidi (si pelempar sepatu) dengan link dari berbagai sumber.
Kalau Anda berminat mengetahui lebih detil mengenai kasus pelemparan sepatu ini, saya rekomen halaman itu sebagai tempat pertama (jangan lupa klik Tag untuk menelusuri berbagai artikel terkait).
Beberapa informasi menarik di sana antara lain:
- al-Zaidi sangat membenci okupansi Amerika sampai ia berkata baru akan menikah setelah Amerika pergi dari Irak.
- al-Zaidi mendapat begitu banyak perhatian sampai entri khusus tentang dirinya sudah ada di Wikipedia.
- Sudah ada halaman facebook untuk al-Zaidi dengan jumlah fan mencapai 1066 orang (saat postingan ini ditulis)
- Kakak kandungnya, Dargham, menduga adiknya dipukuli dalam tahanan. Dilaporkan lengan dan tulang rusuk al-Zaidi patah.
- al-Zaidi sudah bertemu hakim. Tapi saat keluarganya mendatangi pengadilan, ternyata yang terjadi adalah hakim mendatangi al-Zaidi di selnya. Keluarga makin yakin al-Zaidi tidak bisa didatangkan ke pengadilan karena babak belur dihajar di tahanan.
- Hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan kepadanya adalah 15 tahun penjara.
Kasus shoegate ini juga melebar ke wilayah game. Saat ini setahu saya ada empat game flash bertema Bush dilempar sepatu. Yakni di sini, di sini, dan di sini.
Salah satu produsen game itu, perusahaan T-enterprise, bahkan membuat game flash ini kurang dari 24 jam pasca pelemparan. Dalam wawancara dengan The Telegraph, salah satu eksekutifnya berkata,
Kalau Anda menyaksikan videonya, Secret Service baru bergerak melindungi Presiden Bush seteIah sepatu kedua dilempar,” kata Said Christi, managing director T-Enterprise, perusahaan asal Glasgow di balik game ini. “Kami berharap para agen akan menggunakan game ini sebagai alat bantu untuk serangan sepatu di masa depan terhadap para pemimpin dunia.”
Ups, baru tiga situs ya?
Game keempat berada di sini. Berbahasa Prancis, dan dibuat oleh pribadi. Tapi menurut saya ini game yang paling lucu.
Kalau Anda tertarik mengikuti perkembangan shoegate di wilayah game, animasi dan lain-lain yang lucu-lucu yang jumlahnya terus bertambah, termasuk animasi lucu berjudul Bush Matrix Style animation, sebagai studi awal Anda sebaiknya membaca ini dan ini.
Selain game flash, kasus shoegate ini juga melebar ke wilayah desain kaos. Berikut contoh desainnya.

Disebut “cowboy-ninja” karena Bush berasal dari Texas (cowboy) tapi memiliki kegesitan seperti ninja. Buktinya dilempar sepatu ga kena.
Kaos ini bisa dibeli di cafepress.com dengan harga mulai 11-30 dolar.
Quite a buzz, isnt’it?
Siapa menyangka internet jadi begitu riuh karena kasus shoegate sampai segala desain kaos muncul.
Meski, secara profesional, saya berpendapat apa yang dilakukan al-Zaidi tidak bisa dibenarkan. Karena ia datang ke konferensi pers itu dalam kapasitas sebagai wartawan. Tugasnya adalah meliput berita. Bukannya menjadikan kesempatan itu sebagai ajang untuk membalas dendam.
But well, I guess it cant be helped. Mereka yang di Amerika, mungkin juga kita di Indonesia, lebih melihat kasus shoegate itu sebagai sesuatu yang funny.
Tapi tidak bagi mereka yang tinggal di Irak. Pelemparan sepatu itu is more than funny. It’s heroic. Saya awalnya tertawa menyaksikan video shoegate di youtube.
Tapi setelah membaca berbagai artikel mengenai respon masyarakat Irak, Palestina, dan wilayah Arab lain, saya merasa mereka sepertinya lebih dari sekadar tertawa. Mereka menganggap pelemparan sepatu itu sebagai bentuk perlawanan serius. It’s not just something funny.
Saya menyaksikan video itu lusinan kali di youtube dan merasa senang saat menyaksikan dia [el-Zaidi] berdiri dan memanggil Bush anjing,” kata Tamer Isam, mahasiswa seni berusia 23 tahun di Kairo. “Tapi saya merasa begitu pahit saat lemparannya meleset.” (artikel lengkapnya di sini).
Wafa Khayat, 48, seorang dokter di kota Nablus, Tepi Barat Palestina, menyebut lemparan itu “pesan untuk bush dan semua pembuat keputusan di Amerika bahwa mereka harus berhenti membunuh dan melecehkan rakyat.”
Di Jordan, salah satu negara sekutu AS, seorang pengusaha berusia 42 tahun bernama Samer Tabalat memuji al-Zaidi sebagai “laki-laki… Dia berhasil melakukan hal yang gagal dilakukan oleh para pemimpin Arab.” (artikel lengkapnya di sini).
Perbedaan takaran dalam memandang kasus shoegate ini memang menunjukkan betapa bedanya tingkat sentimen anti-Bush antara di Asia dengan di jazirah Arab.
Foto-foto mengenai reaksi shoegate itu terutama bisa dilihat di sini dan di sini.
Saya sempat memelototi cukup banyak foto dan mau tidak mau tersentuh melihat respon keluarga al-Zaidi. Mereka menangis setelah pulang dengan tangan hampa dari pengadilan. A picture really says more than a thousand words…
Sampai postingan ini ditulis, berdasarkan googling singkat di internet, entah mengapa saya tidak menemukan respon dari presiden terpilih Barack Obama atas kasus shoegate. Well, I think he choose to play safe.
Dia tidak mungkin mendukung pelemparan itu. Tapi kalau sampai mengecam, rasanya kok pie, karena hampir seantero Arab mendukung al-Zaidi.
Padahal banyak harapan ditujukan kepada Obama bahwa pemerintahannya akan bersikap lebih menghormati dalam hal kebijkan luar negeri, terutama di Timur Tengah.
Jadi, mending tidak perlu ikut menambah riak di Timur Tengah hanya gara-gara dua sepatu. Jangan sampai belum jadi presiden, sudah muncul persepsi negatif di Timur Tengah. Berdiam diri sampai masalah ini reda dengan sendirinya is the best option.
Dan ini juga yang membuat saya heran, mengapa tidak ada jurnalis AS yang menanyai pendapat Obama soal shoegate?











Leave a Reply