CNN terkadang tidak pro-Israel

January 21st, 2009

Ada berita rada mengejutkan mengenai serangan ke Gaza (yang saat ini lagi berstatus gencatan senjata). CNN melaporkan kalau Israel-lah yang pertama kali melanggar gencatan senjata pada November 2008.

Jadi, argumen Israel bahwa Hamas tidak bersedia memperpanjang gencatan senjata is totally bullshit. Kenapa berita ini penting? Well, to be frank, because it’s CNN.

Selama ini saya sangat meragukan fairness media massa AS dalam memberitakan konflik Palestina. The New York Times, The Washington Post, CNN, termasuk yang katanya quality paper macam The Wall Street Journal, sering sama saja.

Sama-sama bias Israel dalam memberitakan konflik Palestina.

Apalagi Fox News. Puih! I solemnly swear not to watch Fox News. ;) Only right-wing does.

Pemberitaan yang relatif lebih fair mengenai konflik Palestina justru lebih sering didapat dari media Inggris seperti BBC, The Guardian, The Telegraph, The Independent, atau sekalian Al Jazeera.

Tapi kali ini, kadingaren kalau kata orang Jawa, CNN secara mak jegagik (tiba-tiba) melaporkan kalau Israel-lah yang sebenarnya merusak perjanjian gencatan senjata dengan Hamas. Anda bisa tonton videonya di sini. Atau baca transkripnya di sini.

Meski sebenarnya berita yang disinggung CNN ini sudah lama dilaporkan oleh The Guardian, yakni sejak November 2008 lalu. Bisa Anda cek di sini.

News anchor CNN yang melaporkan berita tersebut, Rick Sanchez, sepertinya mulai menangguk ‘untung’ dari ulahnya ini, hehe.. Mulai banyak serangan ditujukan kepadanya, dari para blogger Israel yang menganggap ia retarded (lucu tenan), sampai pseudo-analisis dari media watchdog CAMERA yang bisa Anda baca di sini.

CAMERA ini singkatannya canggih. Yakni Committee for Accuracy in Middle East Reporting in America, tapi dalamnya belgedhes, karena mereka adalah lembaga pro-Israel yang beralih rupa, pura-pura jadi media watchdog.

Bias informasi mengenai konflik Palestina di media massa Amerika memang parah. But readers aren’t stupid, are they?

“Kita harus mengasumsikan kalau pembaca itu cerdas,” begitu salah satu butir pelatihan jurnalistik yang saya terima bahkan ketika magang di pers mahasiswa dulu. Karena, mengasumsikan pembaca cerdas biasanya akan melahirkan tulisan (atau liputan) yang cerdas.

Dalam liputan mengenai Gaza, media massa Amerika lebih pro-Israel karena di sana memang terjadi news blackout (blokade berita, sensor, atau apalah namanya). Anda bisa baca analisis bagus mengenai blokade berita di AS mengenai Gaza di sini, ditulis oleh wartawan TIME Asia.

Lagipula, parahnya, AL Jazeera English hanya sedikit menjangkau publik Amerika. Well, bukan karena sensor sih. Yang terjadi adalah para cable company Amerika yang memiliki satelit di luar atmosfir sana banyak menolak untuk bekerja sama dengan Al Jazeera.

Ini adalah keputusan bisnis para cable company, begitulah katanya. Jadi bukan sensor. Hehe… what a crap. Anda bisa baca artikel mengenai AL Jazeera English yang susah payah menembus pasar Amerika di sini, hingga akhirnya menggunakan taktik mengupload video ke youtube sebanyak-banyaknya.

(Video yang diupload Al Jazeera English ke youtube sudah 6800 lebih)

Padahal seperti ditulis artikel New York Times itu sendiri, bila reporter koran asing lain meliput dari Jerusalem, Al Jazeera mempunyai 2 reporter yang tinggal di Gaza. Ikut meliput sambil lari-lari menyelamatkan diri dari bom Israel. Mereka bisa memberikan first-account reporting.

Jadi tidak heran kalau Rick Shancez CNN yang sebenarnya biasa itu terlihat nyeleneh di Amerika. Menyedihkan. Amerika actually has a long and great history in freedom of press, tapi kalau ketemu isu Israel-Palestina, lebih sering jadi macan ompong.

One Response to “CNN terkadang tidak pro-Israel”

  1. Raihans mom Says:

    hahahah amerika yang katanya negara yang demokratis dan menjunjung tinggi hak asasi manusia ternyata……………………

Leave a Reply


:o :cry: :arrow: :?: :? :roll: :evil: 80 :D :( :x :) ;) :twisted: :| :P :!: :idea: 8) :lol: :oops: :mrgreen: