Clash of The Titans

Roger Ebert, kritikus film Chicago Sun-Times yang meraih Pulitzer pada 1975, pernah menjelaskan dengan lucu tentang caranya menilai sebuah film. Inti metodenya adalah sebuah film hendaknya dievaluasi berdasarkan ‘genre’ atau ‘competitive pool’ yang sejenis.

Kalau Anda tanya apakah Hellboy itu film bagus, Anda tidak tanya apakah ia bagus dibandingkan Mystic River. Anda tanya apakah ia bagus dibandingkan Punisher. Dan jawaban saya adalah, dalam skala 1-4, maka Superman (1978) adalah 4, Hellboy 3, dan Punisher 2.

(haha.. memang ga level-lah membandingkan Hellboy dengan Mystic River)

Jadi apakah Clash of The Titans film bagus?

Ya tergantung dia ditaruh di pool macam apa. Kalau dibandingkan dengan 10.000 BC misalnya, saya pikir Clash of The Titans masih kalah sedikit. Dan itu saja, sebenarnya, sudah membuat saya menganggap film ini tidak begitu layak direkomendasikan.

Spesial efek Clash of The Titans memang bagus, terutama ketika Perseus bertempur melawan Kraken. Terus ada Sam Worthington yang beken lewat Avatar. Tapi ya.. begitulah. It’s just a so-so movie. Tidak terlalu layak dibahas panjang-panjang. C atau C-minus is a fair judgement.*

3 comments

  1. jencks says:

    gonta-ganti templet terus si om

  2. sofianblue says:

    lah, aku malah mengganggap 10.000 BC iku elek je bang?
    jadinya film ini gak layak tonton ya?

  3. basf says:

    10.000 BC relatif lebih lumayan dibanding Clash of The Titans. Kalo nonton di bioskop, apalagi yang 3D, ya sayang lah. Mending nonton How To Train Your Dragon.

Post a comment

Copyright © basfinsiregar

Built on Notes Blog Core
Powered by WordPress