Orang kalau sudah bingung pasti melakukan hal yang aneh-aneh. Teman saya, M, adalah salah satunya.
Suatu hari dia bingung karena tidak punya uang sama sekali. Maklum kerja proyekan. Padahal istri di rumah lagi hamil dan sudah pingin pulang ke kampung, melahirkan di sana.
Akhirnya M pun melakukan hal yang ngga masuk akal ditinjau dari aliran filsafat mana pun. Ia putar-putar keliling kota naik sepeda motor bututnya sampai 7 kali.
Kenapa 7 kali?
Rupanya, bapak kosnya (M dan istrinya menyewa sebuah kamar kos) pernah bercerita mengenai kisah Siti Hajar, ibunda nabi Ismail as.
“Tahu mas, kenapa Siti Hajar itu bolak-balik ke bukit itu sampai 7 kali?” tanya bapak kos.
“Ngga Pak. memangnya kenapa?”
“Itu hikmahnya, orang itu kalau berusaha paling ngga nyoba sampai 7 kali,” katanya.
M manggut-manggut, menyimpan informasi itu dalam benaknya. Lalu suatu malam, usai proyekan yang ternyata ga berhasil, ia tidak langsung pulang ke kos.
Saya bisa menduga mengapa ia tidak langsung pulang. M cerita kalau istrinya sebelumnya menelpon, menanyakan apakah mereka bisa pulang kampung tidak.
“Bisa dik, tenang saja. Insyaallah pulang kampung,” kata M berusaha meyakinkan.
Padahal, well, sedikit info, waktu itu mereka berada di Kalimantan. Sementara kampung istrinya di Semarang. Paling tidak butuh sekitar Rp 2 juta untuk ongkos.
So, the story begins. M yang malam itu bingungnya sudah sampai ke ubun-ubun, mungkin hang kalau ibarat komputer, sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, tiba-tiba teringat kembali kisah dari bapak kos, dan akhirnya dengan pasrah pun mencoba mengikuti jalur Siti Hajar: berkeliling kota sampai 7 kali.

Memberi makan kucing?