Category news

Fatwa rokok MUI di Metro TV

Nonton acara Today’s Dialogue di Metro TV Selasa malam kemarin (3 Feb 2009)  ternyata cukup menyenangkan.

Jangan salah paham. Yang menyenangkan di sini adalah menyaksikan Kiai Ma’ruf Amin, ketua komisi Fatwa MUI, dikuyo-kuyo tapi dia tetap cool menjawab.

Kuyo-kuyo adalah istilah Jawa yang dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih “dikeroyok rame-rame”, atau “diobok-obok”, atau “dihajar sana-sini”. :mrgreen:

Siapa yang mengeroyok?

Well, for starter, adalah Kania Sutisnawinata, host Today’s Dialogue. Dia bukan host yang netral, melainkan berpihak. Anda bisa rasakan keberpihakan itu dari cara dia bertanya, even gesture.

Sikap Kania dalam mewawancarai Kiai Ma’ruf Amin adalah semacam sikap wawancara yang filosofinya kurang lebih:

pertanyaan lebih berminat mendesakkan pendapat si host sendiri daripada berminat menggali pendapat narasumber

(Padahal, kita nonton karena ingin mendengar pendapat narasumber, bukan?)

Judul acara Today’s Dialogue itu sendiri sudah menunjukkan keberpihakan. yakni: Obral Fatwa MUI.

Jadi MUI ini diibaratkan pedagang kaki lima, hehe.. hobinya obralan.

Sebenarnya mengesalkan juga menonton gaya host ala Fox News begitu. Tapi postingan ini tidak berminat membahas aspek jurnalisme dari acara Today’s Dialogue tersebut.

Diasumsikan Anda sudah tahu lah seperti apa gaya host Metro TV. Kalau seneng, ya nonton, kalau sebel ya ganti channel. Gampang, kan. Wong nonton juga ra mbayar,

(In fact, seandainya tidak ada Kiai Ma’ruf Amin, saya mungkin juga langsung ganti channel)

Posting ini lebih fokus pada sosok Kiai Ma’ruf Amin dan fatwa MUI –terutama rokok dan golput– yang dibahas di acara itu.

Selain Kiai Ma’ruf Amin, ada 3 narasumber lain yang dihadirkan. Yakni perwakilan dari Muhammadiyah, NU, dan Jaringan Islam Liberal (JIL).

Ketiga narasumber itu juga sekubu dengan Ms. Kania. Sama-sama menganggap fatwa rokok MUI (dan fatwa Golput) tidak perlu, tidak relevan, tidak efektif dan bla-bla-bla lainnya.

So, it was an uneven battle.

Tidak imbang bahwa Kiai Ma’ruf Amin yang cuma single fighter harus melawan 3 narasumber plus 1 host yang sama-sama menolak fatwa MUI di forum itu.

Tapi –inilah yang menyenangkan– Kiai Ma’ruf Amin tetap cool menjawab. Tidak terpancing emosi. Dan harus saya akui, dalam beberapa kesempatan, misalnya ketika ia menjawab mengapa MUI mengeluarkan sertifikasi halal, bukannya sertifikasi haram, jawabannya lebih berbobot dari argumentasi si penyerang.

Dia juga dengan bagus menolak didikte bahwa MUI berfatwa Golput haram.

Karena, fatwa MUI yang sebenarnya adalah, “Kalau ada calon pemimpin yang memenuhi kriteria dalam Islam (Sidik, Amanah, Tabligh, Fathonah), tapi kita justru memilih calon yang jelek, atau tidak memilih, maka hukumnya haram,” katanya.

Beda, bukan? Dengan pengertian MUI berfatwa golput haram?

Tapi tentu saja, di acara Today’s Dialogue itu, dan juga di banyak media saya kira, addendum atau only if conditionals “kalau ada calon pemimpin yang memenuhi kriteria dalam Islam” jarang muncul. Yang lebih sering dimunculkan adalah MUI berfatwa golput haram.

Sengaja atau tidak, ini memang politik disinformasi. Bisa jadi headline “MUI berfatwa rokok haram” atau “MUI berfatwa golput haram” lebih menjual dan eye-catching.

Bandingkan misalnya dengan headline “MUI berfatwa golput haram kalau ada pemimpin yang memenuhi syarat dalam Islam”, hehehe..

(Kepanjangan bo, susah ngejualnya, lagian space terbatas -mungkin begitulah argumen standarnya.)

Makanya, saya terus terang senang menyaksikan Kiai Ma’ruf Amin yang meski berdebat di “sarang lawan” (karena sudah jelas ke mana acara itu berpihak) tetap keukeuh menjelaskan fatwa MUI versi yang sebenarnya, bukan versi headline media massa yang cenderung twisted.

Jadi, MUI tidak mengharamkan rokok?

Siapa bilang MUI mengharamkan rokok? Tak ketak ndase yang ngomong begitu. Sidang pleno Ijtima’ MUI hanya mengatakan merokok hukumnya haram:

  1. Di tempat umum
  2. bagi anak-anak
  3. bagi wanita hamil

Jadi, sekali lagi kita bertemu only if conditionals dalam fatwa rokok. Karena saya bukan anak-anak, dan ngeblog di rumah saya sendiri, maka dengan tenang saya pun bisa menulis postingan ini sambil merokok.

Nothing paradoxical. Karena kalau mengacu pada fatwa MUI itu, ngeblog di ruang privat sambil merokok tidak haram. Melainkan makruh. :lol:

Saya sangat rekomen Anda untuk menyaksikan acara Today’s Dialoge itu. Biar Anda saksikan sendiri bagaimana Kiai Ma’ruf Amin tetap cool, santun, terkadang jenaka (swear, cara dia ngomong, juga binar matanya bisa lucu), tapi tetap dengan argumentasi yang berbobot.

Saya pikir memang begitulah seharusnya karakter orang berilmu. Kalem, menjelaskan tidak dengan retorika (alias ngomong bullshit) melainkan argumentasi, dan tidak agresif mendesakkan pandangan sendiri.

Kesimpulannya, meski dikeroyok 4 lawan 1, Kiai Ma’ruf Amin tidak keok. Dalam beberapa kesempatan ia bahkan mampu melancarkan jab-jab mematikan terhadap lawan-lawannya. :mrgreen:

Anda bisa tonton acara itu di situs Today’s Dialogue di sini. Sedang Fatwa MUI tentang merokok (dan haramnya golput atau memilih pemimpin yang jelek –kalau ada pemimpin yang memenuhi syarat dalam Islam) bisa dibaca di sini.

Kalau ingin mendapatkan gambaran tentang suasana sidang Ijtima’, termasuk kronologi dan perdebatan yang terjadi, bisa baca artikel Gatra tentang sidang itu di sini.

Btw, pendapat saya sendiri tentang dua masalah itu? Rokok dan Golput?

Read more

Kisah Bush dilempar sepatu


[sumber: flickr photos by intellectual crime]

Salah satu berita paling hangat beberapa hari lalu, apalagi kalau bukan tentang Presiden Bush yang dilempar sepatu. ;)

Banyak sekali info di internet tentang hal ini. Sampai bikin mata pusing. Too much information.

Salah satu situs berita yang menurut saya paling komplit merekam kasus ini adalah The Huffington Post.

Mereka membuat satu halaman khusus untuk Muntadhar al-Zaidi (si pelempar sepatu) dengan link dari berbagai sumber.

Kalau Anda berminat mengetahui lebih detil mengenai kasus pelemparan sepatu ini, saya rekomen halaman itu sebagai tempat pertama (jangan lupa klik Tag untuk menelusuri berbagai artikel terkait).

Beberapa informasi menarik di sana antara lain:

  • al-Zaidi sangat membenci okupansi Amerika sampai ia berkata baru akan menikah setelah Amerika pergi dari Irak.
  • al-Zaidi mendapat begitu banyak perhatian sampai entri khusus tentang dirinya sudah ada di Wikipedia.
  • Sudah ada halaman facebook untuk al-Zaidi dengan jumlah fan mencapai 1066 orang (saat postingan ini ditulis)
  • Kakak kandungnya, Dargham, menduga adiknya dipukuli dalam tahanan. Dilaporkan lengan dan tulang rusuk al-Zaidi patah.
  • al-Zaidi sudah bertemu hakim. Tapi saat keluarganya mendatangi pengadilan, ternyata yang terjadi adalah hakim mendatangi al-Zaidi di selnya. Keluarga makin yakin al-Zaidi tidak bisa didatangkan ke pengadilan karena babak belur dihajar di tahanan.
  • Hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan kepadanya adalah 15 tahun penjara.

Kasus shoegate ini juga melebar ke wilayah game. Saat ini setahu saya ada empat game flash bertema Bush dilempar sepatu. Yakni di sini, di sini, dan di sini.

Salah satu produsen game itu, perusahaan T-enterprise, bahkan membuat game flash ini kurang dari 24 jam pasca pelemparan. Dalam wawancara dengan The Telegraph, salah satu eksekutifnya berkata,

Kalau Anda menyaksikan videonya, Secret Service baru bergerak melindungi Presiden Bush seteIah sepatu kedua dilempar,” kata Said Christi, managing director T-Enterprise, perusahaan asal Glasgow di balik game ini. “Kami berharap para agen akan menggunakan game ini sebagai alat bantu untuk serangan sepatu di masa depan terhadap para pemimpin dunia.”

:lol:

Ups, baru tiga situs ya?

Game keempat berada di sini. Berbahasa Prancis, dan dibuat oleh pribadi. Tapi menurut saya ini game yang paling lucu. ;)

Kalau Anda tertarik mengikuti perkembangan shoegate di wilayah game, animasi dan lain-lain yang lucu-lucu yang jumlahnya terus bertambah, termasuk animasi lucu berjudul Bush Matrix Style animation, sebagai studi awal Anda sebaiknya membaca ini dan ini.

Selain game flash, kasus shoegate ini juga melebar ke wilayah desain kaos. Berikut contoh desainnya.

Disebut “cowboy-ninja” karena Bush berasal dari Texas (cowboy) tapi memiliki kegesitan seperti ninja. Buktinya dilempar sepatu ga kena.

Read more

Indonesia’s smoking sin

Indonesia Cleric’s Council, Majelis Ulama Indonesia (MUI) will likely to issue a fatwa against smoking, or make it HARAM within Islam.

The issue surfaced (again) as MUI prepares their routine meeting forum, bahtsul masail, which will be held next October.

The cleric’s forum hasn’t even started yet but the tension already began. Last week in Jember, East Java, several tobacco farmers protested the predicted-coming fatwa.

Posters saying “MUI stop playing around”, “Tobacco feeds a lot of stomach”, and “Tobacco workers unite!” were displayed.

In Probolinggo, also a small town in East Java, local branch of tobacco farmers association, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), already rejected the predicted-coming fatwa.

Amin Subarkah, chairman of APTI East Java branch, said, “A lot of clerics have different opinons about smoking. I hope MUI will re-examine their [predicted coming] fatwa.”

Bear in mind that I’m a smoker, a heavy smoker to be accurate. I usually spend two packs of cigarettes a day. But I try to view this issue objectively. And one thing I can tell you is, Amin Subarkah was pretty wrong.

Clerics dont have many different opinions about smoking. The fact is, Islamic scholars are becoming more unanimous in prouncing smoking use clearly HARAM. In Saudi Arabia and Malaysia, for instance, the cleric’s council has already stated smoking is haram years ago.

But Indonesia is different. There’re many tobacco industries here. Also one crucial factor, we have Nahdlatul Ulama (NU), Indonesia’s moderate (very moderate, perhaps) muslim organization, which happen to be the largest muslim organization in this country.

And it’s just nice to see how NU officials respond to the issue. :)

In an article published by The Jakarta Post, Muzaenah Zein, third secretary of Fatayat -NU women organization branch- told participants of the Fatayat NU National Conference in Banjarmasin, South Kalimantan, that she felt the [predicted] ruling was EXTREME and DETRIMENTAL to the nation’s economy, as it would affect the country’s tobacco industry.

“Cigarette smoking is considered offensive (MAKRUH), as it is detrimental to one’s health. However, it would be better if the prohibiton is conveyed through religious counsel and missionary work (instead of fatwa),” she said.

Hehehe.. Amin Subarkah, and every muslim smoker in this country (me included), will be glad to hear such “fatwa” from NU officials.

But wait, there’s more ‘counter-fatwa’ coming, and this one is from a  higher NU official. :)

KH. Najmudin, Roois Aam NU Jember, a smoker, said to a reporter of Tempo magazine that difference of opinions within khilafiyah matters [it means okay to have different opinions] is not supposed to be strictened.

Najmudin said that in NU tradition, smoking is in the same league as ‘number of tarawih prayers’ or ‘bank interest’. He futher added that many NU scholars smoke since they were young in order to ‘unblock mental obstacles in thinking‘.

Hahaha… a very-very typical NU fatwa! No kidding. Reminds me of my old ustadz at madrasah. He undoubtely would say the same.

Read more

Copyright © basfinsiregar

Built on Notes Blog Core
Powered by WordPress