
Roger Ebert, kritikus film Chicago Sun-Times yang meraih Pulitzer pada 1975, pernah menjelaskan dengan lucu tentang caranya menilai sebuah film. Inti metodenya adalah sebuah film hendaknya dievaluasi berdasarkan ‘genre’ atau ‘competitive pool’ yang sejenis.
Kalau Anda tanya apakah Hellboy itu film bagus, Anda tidak tanya apakah ia bagus dibandingkan Mystic River. Anda tanya apakah ia bagus dibandingkan Punisher. Dan jawaban saya adalah, dalam skala 1-4, maka Superman (1978) adalah 4, Hellboy 3, dan Punisher 2.
(haha.. memang ga level-lah membandingkan Hellboy dengan Mystic River)
Jadi apakah Clash of The Titans film bagus?
Ya tergantung dia ditaruh di pool macam apa. Kalau dibandingkan dengan 10.000 BC misalnya, saya pikir Clash of The Titans masih kalah sedikit. Dan itu saja, sebenarnya, sudah membuat saya menganggap film ini tidak begitu layak direkomendasikan.
Spesial efek Clash of The Titans memang bagus, terutama ketika Perseus bertempur melawan Kraken. Terus ada Sam Worthington yang beken lewat Avatar. Tapi ya.. begitulah. It’s just a so-so movie. Tidak terlalu layak dibahas panjang-panjang. C atau C-minus is a fair judgement.*
I watched Traitor a few days ago and must admit I’m impressed. It seems Hollywood managed to upgrade their perspective about Islam –which seldom happens.
Traitor is what we can call a post-9/11 movie. We have muslims, a terrorist group, and FBI trying to stop a massive suicide attacks on US soil.
Very Hollywood-ish, heh?
But it’s different from other post-9/11 movies, such as The Kingdom (pretty lame), In The Valley of Elah (good), Lion for Lambs (lame), or Body of Lies (very entertaining).
Traitor tries to, at least to some extend, break the negative stereotype about muslim in the west. It tries to show that Islam has been hijacked by extremists –a simple fact ignorant westerners might choke down with difficulty.
General Info
Director: Jeffrey Nachmanoff (The Day After Tomorrow, writer)
Story: Steve Martin
Starring: Don Cheadle, Guy Pearce, Said Taghamaoui
Release date: August 27, 2008
Running time: 114 minutes
The Story (dont worry, no spoiler. Well not much, I guess)
Read more
Kemarin akhirnya saya nonton The Dark Night di Planet Hollywood. Seperti mudah diduga, bioskop penuh!
Tidak mengherankan kalau film yang dirilis pada 18 Juli dengan biaya US 185 juta ini sudah meraup keuntungan sampai US 254 juta -per 22 Juli 2008.
Ck..ck.. ck…
Dahsyat. Warner Bross bakal sugih tenan.
Foto yang Anda lihat ini, yakni adegan ketika Joker (Heath Ledger) berhasil ditangkap oleh Komisaris Gordon lalu dimasukkan ke sel, menurut saya adalah salah satu adegan terindah.
It’s simply beautiful.
Saya begitu terpesona menyaksikan adegan Joker yang menunduk dengan khidmat di selnya, seakan berdoa, tenggelam di dunianya sendiri.
Ia terlihat begitu solid, penuh dedikasi, sekaligus sangat berbahaya…
Related info: di adegan lain, bos mafia Salvatore Maroni dengan tepat mendeskripsikan karakter Joker sebagai “tak seorang pun berani mengkhianatinya”
Tapi, meski beberapa adegan The Dark Knight membuat saya terpesona, saya tetap berusaha kritis menilai film ini secara keseluruhan. Dan sebagai orang yang:
saya terus terang agak kecewa. Seharusnya The Dark Knight hanya mendapat rating C+ -dan insyaallah itu sudah fair.
Read more