Oceans dan Sirip Hiu

April 30th, 2010

oceans-poster

Beberapa hari lalu saya nonton film Oceans di bioskop. It’s a good movie. Recommended. Saya kasih rating B- untuk film ini.

Oceans adalah film dokumenter tentang ttg laut. Ini adalah film dokumenter kedua dari Disneynature setelah sebelumnya mereka bikin Earth (2009).

Kalau Anda belum Earth, hm.. kebangeten dah. Karena itu film luar biasa bagus, lebih bagus dibanding Oceans. B+ lah ratingnya. (versi bajakan yg kualitas ori juga sudah banyak beredar hehe..)

Saya tidak akan banyak cerita soal Oceans. Ia dan Earth punya kelebihan dan kekurangan masing2. Saya hanya akan cerita sedikit bagian dari film ini di mana saya begitu marah sampai menyumpah2.

Biadab.. biadab.. biadab… terkutuk…

Bagian itu adalah ketika Oceans menggambarkan praktik shark-finning, alias berburu sirip hiu. Read the rest of this entry »

Clash of The Titans

April 6th, 2010

Roger Ebert, kritikus film Chicago Sun-Times yang meraih Pulitzer pada 1975, pernah menjelaskan dengan lucu tentang caranya menilai sebuah film. Inti metodenya adalah sebuah film hendaknya dievaluasi berdasarkan ‘genre’ atau ‘competitive pool’ yang sejenis.

“Kalau Anda tanya apakah Hellboy itu film bagus, Anda tidak tanya apakah ia bagus dibandingkan Mystic River. Anda tanya apakah ia bagus dibandingkan Punisher. Dan jawaban saya adalah, dalam skala 1-4, maka Superman (1978) adalah 4, Hellboy 3, dan Punisher 2.”

(haha.. memang ga level-lah membandingkan Hellboy dengan Mystic River)

Jadi apakah Clash of The Titans film bagus?

Ya tergantung dia ditaruh di pool macam apa. Kalau dibandingkan dengan 10.000 BC misalnya, saya pikir Clash of The Titans masih kalah sedikit. Dan itu saja, sebenarnya, sudah membuat saya menganggap film ini tidak begitu layak direkomendasikan.

Spesial efek Clash of The Titans memang bagus, terutama ketika Perseus bertempur melawan Kraken. Terus ada Sam Worthington yang beken lewat Avatar. Tapi ya.. begitulah. It’s just a so-so movie. Tidak terlalu layak dibahas panjang-panjang. C atau C-minus is a fair judgement.*

Menikah di depan jenazah?

August 6th, 2009

Kemarin malam tidak sengaja nonton putri mbah surip (Resia namanya) melangsungkan akad nikah di depan jenazah ayahnya.

Saya tidak terlalu suka menyaksikan tayangan itu, makanya langsung ganti channel.

Padahal dulu saya juga nyaris melakukan itu. Alhamdulillah batal, karena insyaallah, menikah di depan jenazah memang bukan sesuatu yang pantas dilakukan.

Apalagi Si Resia jatuh pingsan usai akad nikah. Tak ada senyum atau nuansa kebahagiaan.

Justru keributan. Masalah: keluarga berusaha menyadarkan Si Resia, dan jenazah Mbah Surip jadi lebih lama dikubur.

Padahal untuk apa semua masalah itu? Hanya agar Mbah Surip alm bisa ikut “menyaksikan” pernikahan anaknya.

Betapa tak eloknya. Sekaligus kasihan. Read the rest of this entry »